Jalan Zhushan Shuangjin, Jalan Datang, Kota Zhuji, Kota Shaoxing, Provinsi Zhejiang, Tiongkok
Kaus kaki olahraga kompresi berikan tekanan bertahap di sepanjang kaki, biasanya paling kuat di pergelangan kaki dan secara bertahap menurun ke arah betis. Desain ini meniru fungsi stoking kompresi medis, memberikan dukungan eksternal pada vena di ekstremitas bawah. Bahan yang biasa digunakan antara lain spandeks, nilon, dan serat fungsional lainnya, dipadukan dengan teknik rajutan berelastisitas tinggi untuk memastikan kaus kaki tetap menempel di kulit selama beraktivitas. Distribusi tekanan dan kesesuaian merupakan faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas peningkatan sirkulasi darah.
Aliran balik darah vena pada ekstremitas bawah sangat dipengaruhi oleh gravitasi. Selama berdiri, berlari, atau olahraga intensitas tinggi dalam waktu lama, tekanan vena di betis dan pergelangan kaki meningkat, sehingga menyebabkan pengumpulan darah. Akumulasi ini dapat menyebabkan kelelahan otot, nyeri, dan pembengkakan, yang dapat berdampak negatif terhadap performa atlet. Kaus kaki kompresi memberikan tekanan eksternal yang meningkatkan aliran balik vena ke jantung, sekaligus membantu mengurangi gerakan mikro otot dan risiko cedera terkait olahraga.
Desain kompresi bertingkat meningkatkan kecepatan aliran darah di vena dan mengurangi stagnasi darah. Dengan memberikan tekanan yang lebih tinggi pada pergelangan kaki dan secara bertahap menurunkan tekanan pada betis, kaus kaki ini bekerja selaras dengan katup vena, sehingga memperlancar aliran darah ke atas. Studi kedokteran klinis dan olahraga menunjukkan bahwa kaus kaki kompresi dapat mengurangi resistensi terhadap aliran balik vena, menurunkan kejadian edema kaki pasca latihan, dan meningkatkan pemulihan otot.
Kaus kaki kompresi tidak hanya meningkatkan sirkulasi tetapi juga menstabilkan otot selama beraktivitas. Getaran otot saat berlari atau latihan intensitas tinggi dapat menyebabkan kerusakan mikro, yang memengaruhi daya tahan dan kinerja. Kaus kaki kompresi mengurangi osilasi otot, mengurangi akumulasi laktat, dan menunda timbulnya kelelahan. Mengenakan kaus kaki kompresi setelah latihan dapat lebih mempercepat pembuangan metabolit dan pembersihan laktat, sehingga mempercepat pemulihan.
Berbagai penelitian ilmu olahraga menunjukkan bahwa mengenakan kaus kaki kompresi bertingkat secara signifikan meningkatkan aliran darah ekstremitas bawah selama berlari, bersepeda, dan latihan intensitas tinggi. Sebuah studi terhadap pelari maraton menunjukkan bahwa peserta yang memakai kaus kaki kompresi melaporkan kelelahan kaki pasca lomba yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak. Studi lain pada peserta pelatihan ketahanan menemukan bahwa kaus kaki kompresi mengurangi pembengkakan kaki selama latihan dan memfasilitasi pemulihan otot lebih cepat dalam waktu 24 jam pasca pelatihan. Temuan ini memberikan dukungan ilmiah yang kuat atas manfaat kaus kaki kompresi pada sirkulasi darah.
Kaus kaki kompresi umumnya dikategorikan berdasarkan tingkat tekanan: rendah (15–20 mmHg), sedang (20–30 mmHg), dan tinggi (30–40 mmHg). Kompresi rendah cocok untuk aktivitas sehari-hari dan olahraga ringan. Kompresi sedang sangat ideal untuk lari, bersepeda, dan olahraga di gym. Kompresi tinggi terutama digunakan untuk atlet profesional atau rehabilitasi medis. Memilih tingkat tekanan yang tepat secara langsung mempengaruhi efisiensi dan kenyamanan aliran balik vena.